SEKTE-SEKTE BESERTA TOKOH-TOKOH ALIRAN QADARIYAH
- Ma'bad Al-Jauhani
Ma'bad Al-Jauhani merupakan pendiri atau orang yang pertama menyerukan paham Qadariyah. Ia berasal dari suku Juhaya dan lahir di Basrah kemudian berkunjung ke Damaskus dan Madinah. Di dua kota inilah ia mennetang kejahatan dan kedzaliman yang dilakukan oleh sebagaian Khalifah Bani Umayyah. Akhirnya ia terbunuh oleh Al-Hallaj. Ia berpendapat bahwa semua perbuatan manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Kalau Tuhan adil maka Tuhan akan menghukum orang yang bersalah dan memberi pahala orang yang berbuat baik, karena itu manusia harus bebas dalam menentukan nasibnya dengan memilih perbuatan yang baik atau buruk.
- Ghailan Al-Dimasyqi
Nama lengkapnya adalah Abu Marwan Ghailan Ibnu Muslim (atau Ibnu Marwan) al-Qibti Ad-Dimasyqi. Ia adalah seorang orator handal, juru debat yang mahir. Ia hidup di Damasqus dekat dengan Bani Umayyah, tetapi hal ini tidak menghalanginya untuk menentang pemerintahan Umayyah. Menurut Ghailan :
- Manusia berkuasa atas perbuatannya. Manusia sendirilah yang melakukan perbuatan bai katas kehendak dan kekuasaannya sendiri dan manusia sendirilah yang melakukan atau menjauhi perbuatan-perbuatan jahat atas kemauan dan dayanya sendiri. Paham ini menyatakan bahwa nasib manusia tidak ditentukan terlebih dahulu, oleh karena itu memiliki kebebasan dalam tingkah laku. Baik buruknya perbuatan tergantung atas kehendak dan kemauannya. Sesuai dengan QS. Al-Kahfi :29 :
﴿ وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا ٢٩ ﴾
29. Katakanlah (Nabi Muhammad), "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur." Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek.
- Allah tidak memiliki sifat
- Al-Qur'an itu mahkluk
- Imam adalah hak semua orang yang bukan dominasi Quraisy, yang lebih utama cakap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah.
- Manusia berkuasa atas perbuatannya. Manusia sendirilah yang melakukan perbuatan bai katas kehendak dan kekuasaannya sendiri dan manusia sendirilah yang melakukan atau menjauhi perbuatan-perbuatan jahat atas kemauan dan dayanya sendiri. Paham ini menyatakan bahwa nasib manusia tidak ditentukan terlebih dahulu, oleh karena itu memiliki kebebasan dalam tingkah laku. Baik buruknya perbuatan tergantung atas kehendak dan kemauannya. Sesuai dengan QS. Al-Kahfi :29 :
- Al-Nizam
Salah seorang pemuka paham Qadariyah. Ia berpendapat bahwa manusia mempunyai daya dan kekuasaan dalam hidupnya. Artinya manusia berbuat baik dan buruk, patuh dan tidak patuh kepada Allah atas kehendaknya dan kemuaannya sendiri.
- Abd. Al-Jabbar
Berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan penuh untuk mengatur hidupnya dan Allah sama sekali tidak mencampuri urusan manusia.